Refleksi Sumpah Pemuda, Rekonsiliasi pemuda
Meskipun sudah 93 tahun berlalu, Sumpah Pemuda tetap relevan untuk kita refleksikan bersama mengingat kondisi dan permasalahan bangsa, khususnya terhadap para pemuda sekarang. Pemuda adalah tonggak sejarah sebuah bangsa. Hal ini diamini oleh Ben Anderson, seorang Indonesianis, dalam bukunya Java in a Time of Revolution: Occupation & Resistance (1944-1946), bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pergerakan pemuda. Sederetan penggerak perjuangan bangsa rata-rata adalah pemuda. Kartini ketika menyuarakan Cri de Coueur (jeritan hati nurani) berusia 20 tahunan. Soekarno juga baru berusia 26 tahun ketika menjadi pemimpin Partai Nasional Indonesia. Tan Malaka mulai aktif di pergerakan saat berusia 16 tahun. Mohammad Hatta belum genap 25 tahun usianya saat mendirikan Perhimpunan Indonesia di Belanda. Begitu juga Sutomo, Gunawan Mangunkusumo beserta tokoh-tokoh yang lain mendirikan Boedi Oetomo saat berusia 20-25 tahun. HOS Tjokroaminoto saat memimpin Syarikat Islam juga ber...